bali.jpnn.com, DENPASAR - Gubernur Wayan Koster mengatakan keberadaan Aksara Bali harus dilestarikan karena merupakan salah satu unsur utama dari kebudayaan Bali.
Koster mencontohkan sejumlah negara yang berhasil melestarikan aksara seperti Jepang, Korea, China dan Thailand.
“Terbukti, negara yang punya aksara dan mempu melestarikannya memiliki peradaban kuat dan jadi negara maju.
Terbukti, negara-negara itu saat ini mengalahkan yang lain,” ujar Koster saat membuka Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar, Minggu (1/2).
Gubernur Koster menyampaikan bahwa Aksara Bali merupakan warisan yang adiluhung.
“Saya sebagai peneliti, mikir bagaimana leluhur kita bisa menciptakan aksara yang luar biasa untuk diwariskan.
Kita mewarisi aksara yang begitu indah, tugas kita hanya menggunakannya dengan tertib,” kata Gubernur Koster.
Menurut Koster, Aksara Bali itu bukan sekadar pajangan, tetapi ada sesuatu yang ingin ditanamkan oleh para leluhur.
















































