bali.jpnn.com, DENPASAR - Gubernur Wayan Koster mengebut pembahasan Raperda Penambahan Penyertaan Modal Daerah Kepada Perseroan Terbatas Bank BPD Bali.
Diketahui raperda ini baru diajukan Pemprov Bali pekan lalu dan baru mendapat tanggapan fraksi DPRD Bali, Senin (19/1) lalu.
Koster mengatakan raperda ini harus dikebut agar penambahan saham segera masuk Bank BPD Bali dan pada akhir tahun nanti Pemprov Bali mendapat keuntungan 25 persen dari penyertaan modal.
Profit tersebut yang kemudian bisa masuk ke pendapatan asli daerah (PAD).
Tambahan modal yang diajukan Koster dalam raperda adalah Rp300 miliar bersumber dari sewa lahan Nusa Dua dan Rp145 miliar bersumber dari inbreng aset tanah di kawasan Renon.
“Ya (dikebut) supaya cepat uangnya masuk ke Bank BPD Bali, kalau tidak, nganggur uangnya, kasihan,” ujar Gubernur Koster dilansir dari Antara.
“Dengan sekarang posisi saham pemprov di Bank BPD Bali Rp839 miliar, nanti lewat raperda ini tambah Rp445 miliar.
Total saham pemprov menjadi Rp1,28 triliun dan 25 persennya kami akan mendapatkan Rp300 miliar lebih sebagai PAD,” imbuh Koster.

















































