bali.jpnn.com, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan para Sulinggih merupakan bagian penting yang wajib mendapat perhatian dari pemerintah.
Pasalnya, Sulinggih memiliki tugas dan tanggung jawab cukup berat di bidang ritual, dalam menjaga kedamaian dan keselamatan Bali secara niskala.
Koster menyampaikan bahwa Bali yang kecil dengan kepadatan penduduk berkisar 4,5 juta jiwa, berbeda dengan provinsi lain karena budaya tampil sebagai cara hidup di Bali.
Salah satunya budaya dan adat istiadat dalam menjaga Bali melalui ritual dan spiritual, yang dijadikan kebiasaan hidup sehari-hari.
Mulai dari melaksanakan upacara dari tingkat paling kecil dan simpel (saiban dan sarana canang), sampai dengan tingkatan paling besar, yakni upacara Eka Dasa Ludra, yang dilaksanakan secara turun temurun sejak dulu.
Kebiasaan yang dilakukan sehari-hari dan menjadi budaya ini, menjadi magnet dan daya tarik kuat bagi wisatawan untuk datang ke Bali.
"Bali dibedakan oleh kebudayaan yang dimiliki, dilestarikan dan di jaga hingga saat ini.
Jangan sampai kita kehilangan jati diri dan kebiasaan hidup lantaran mengimpor budaya asing, dan mematikan budaya lokal itu sendiri.
















































