Kutukan Alam

6 hours ago 13

Oleh Dahlan Iskan

Kutukan Alam

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Judul buku ini bisa diubah ke banyak istilah: maknanya tetap sama. Memberantas Korupsi Sembari Korupsi.

"Bisa diubah menjadi Memberantas Kejahatan Sambil Jadi Penjahat. Atau Menegakkan Hukum Sembari Melanggar Hukum," ujar Saut Situmorang, mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kutukan Alam

Saut jadi pembicara pertama bedah buku yang disusun Kosmak –Koalisi Masyarakat Anti Korupsi terbitan Kompas Gramedia itu. Kemarin. Di gedung Majalah TEMPO di Palmerah, Selatan Jakarta.

"Anda ini pejabat KPK terakhir sebelum KPK dilemahkan di zaman Presiden Jokowi," ujar Sugeng Teguh Santoso, moderator acara bedah buku itu.

Sugeng bukan moderator biasa. Ia adalah Ketua Indonesia Police Watch (IPW) yang amat galak. Sugenglah yang melaporkan Febrie Adriansyah soal korupsi mark down di aset Asabri.

Sugeng terus mengejar agar aset senilai Rp 11 triliun yang dilelang dengan harga Rp 1,5 triliun itu diusut. Itu, katanya, tidak hanya korupsi, tetapi juga ada dugaan unsur pemerasan.

"Kan, ada dua saksi utama yang bisa diusut," kata Sugeng. "Saya tidak mau menyebut namanya karena sedang dalam perlindungan saksi. Singkatannya FI dan TK," ujar Sugeng.

Judul buku ini bisa diubah ke banyak istilah: maknanya tetap sama. Memberantas Korupsi Sembari Korupsi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |