jpnn.com, SINGAPURA - Penyanyi asal Singapura, Shye merilis sebuah single terbaru yang bertajuk Smoke.
Lagu tersebut diambil dari album barunya The Doves Came Home yang siap dirilis pada 8 Mei 2026.
Lewat Smoke, Shye menghadirkan nuansa indie-rock, diwarnai permainan gitar yang berlapis, vokal yang mendayu, dan tekstur slow-burn yang buram serta bersatu padu.
Semua hal tersebut seakan mencerminkan gerakan sebuah awan yang ringan, berpindah, dan mustahil untuk disentuh.
Shye membahas topik seputar mati rasa dalam lagu Smoke. Suatu hal yang kerap terjadi saat secara fisik hadir, namun hati dan pikiran sudah tidak. Hari-hari dilewati tanpa makna, seperti tak terlihat.
Uniknya, sumber inspirasi lagu Smoke adalah sebuah karya visual yaitu serial televisi ‘Twin Peaks’. Shye terinspirasi dari sifat asap yang bergerak dalam ruang-ruang. Tak pernah diam di tempat, selalu berpindah-pindah. Sifat tersebut menjadi fondasi emosional dan secara musik dalam lagu itu.
"Aku ingin produksi musik di lagu ini merefleksikan sifat pergerakan dan ketidakstabilan dengan hadirnya layer-layer gitar dan synth. Aku memastikan semuanya bersatu padu dalam satu kesatuan hingga kita tidak bisa membedakan instrumen-instrumennya,” ungkap Shye.
Secara vokal, Shye mengambil pendekatan yang halus dalam lagu Smoke.




















































