bali.jpnn.com, DENPASAR - Laporan terbaru dari Epson dan IDC mengungkapkan pergeseran besar dalam industri cetak tekstil di Indonesia, Filipina, dan Thailand.
Whitepaper berjudul “Digital Sublimation Printing: Driving Customer Value, Sustainability, and Growth” menunjukkan bahwa teknologi dye-sublimation digital kini menjadi standar baru untuk memenuhi tuntutan pasar.
Selain faktor efisiensi ekonomi, teknologi ini dianggap sebagai jawaban atas kebutuhan industri akan proses produksi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Permintaan Kustomisasi dan Keberlanjutan Terus Meningkat
Kesadaran akan lingkungan dan kebutuhan produk yang dipersonalisasi kini menjadi motor utama pertumbuhan industri.
Berdasarkan laporan IDC, pengiriman printer digital dye-sublimation di Asia Pasifik meroket dari semula di bawah 1.500 unit pada 2017, menjadi lebih dari 3.000 unit.
Hal ini membuktikan bahwa efisiensi dan keberlanjutan adalah masa depan industri tekstil kita.
Penyedia layanan cetak kini menghadapi permintaan tinggi akan daya tahan produk, kualitas cetak superior, serta waktu produksi yang lebih cepat.
Sebanyak 44 persen responden menyebut efisiensi biaya untuk produksi skala kecil dan kustomisasi sebagai alasan utama mengadopsi teknologi ini.

















































