jatim.jpnn.com, SURABAYA - Luka di mulut yang tak kunjung sembuh kerap dianggap sariawan biasa, padahal kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal kanker rongga mulut yang sering terlambat terdeteksi di Indonesia.
Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) mencatat kanker bibir dan rongga mulut masih termasuk kasus kanker yang ditemukan di Indonesia. Sejumlah studi klinis juga menunjukkan banyak pasien baru memeriksakan diri saat sudah memasuki stadium lanjut karena gejala awal dianggap sepele.
Merespons kondisi tersebut, Universitas Ciputra Surabaya meluncurkan program konsultasi kesehatan interaktif bertajuk 'Halo UC Dok'.
Program ini terbuka untuk masyarakat umum dan disiarkan langsung melalui akun TikTok resmi Universitas Ciputra Surabaya.
Konsultasi digelar rutin setiap pekan, yakni Rabu untuk kesehatan gigi dan mulut serta Kamis untuk kesehatan umum. Siaran langsung berlangsung pukul 15.30–16.30 WIB.
Dalam format live, masyarakat dapat bertanya langsung kepada dokter secara real-time tanpa dipungut biaya.
Pada edisi perdana konsultasi gigi, dua dokter spesialis penyakit mulut, dr Karlina Puspasari dan drg Nurfitri Amaliah membahas tanda bahaya luka di rongga mulut yang sering diabaikan.
“Sariawan normal biasanya sembuh dalam 7–14 hari. Kalau lebih dari dua minggu tidak membaik, apalagi disertai perubahan warna atau jaringan terasa keras, itu perlu diperiksakan,” jelas drg Karlina.

















































