jatim.jpnn.com, PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mendirikan tenda pengungsian di lokasi bencana tanah longsor di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean menyusul kondisi tanah yang terus bergerak dan retakan yang semakin melebar.
Sebanyak 64 jiwa dari 13 kepala keluarga kini terpaksa mengungsi di tenda darurat. Sebelumnya, mereka sempat menumpang di rumah kerabat.
“Tenda ini dibangun oleh BPBD bersama Brimob Polda Jatim untuk menampung warga terdampak,” kata Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi, Selasa (20/1).
Rosidi menjelaskan pembangunan tenda dilakukan setelah hasil pemantauan menunjukkan pergerakan tanah masih berlangsung dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
“Setelah koordinasi dengan aparat keamanan, pemerintah desa, dan warga, kami memutuskan untuk segera membangun tenda untuk ditempati para korban,” ujarnya.
Selain tenda, Pemkab Pamekasan juga menyalurkan bantuan logistik berupa alas tidur, selimut, matras, perlengkapan mandi, serta sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto menyatakan telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar memberikan perhatian penuh kepada warga terdampak.
“Kami juga mengupayakan agar kejadian ini mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” katanya.



















































