jatim.jpnn.com, GRESIK - Banjir kembali menggenangi wilayah Gresik selatan pada awal tahun 2026. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut, ditambah air kiriman dari daerah hulu, menyebabkan Kali Lamong meluap dan merendam permukiman warga di sejumlah kecamatan.
Bencana yang kerap terjadi setiap tahun itu mulai dirasakan warga pada Sabtu (10/1) sekitar pukul 04.30 WIB. Luapan air sungai menggenangi rumah penduduk, jalan desa, hingga fasilitas umum.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Sukardi menjelaskan banjir dipicu oleh meningkatnya debit Kali Lamong akibat curah hujan tinggi di wilayah Gresik serta kiriman air dari Kabupaten Lamongan dan Mojokerto.
“Debit Kali Lamong naik cukup signifikan sehingga air meluap ke jalan dan permukiman warga,” ujarnya.
Data BPBD Gresik mencatat, banjir melanda sedikitnya 10 desa yang tersebar di Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, dan Cerme.
Di Kecamatan Balongpanggang, genangan air terjadi di Desa Banjaragung, Pucung, dan Wotansari. Sebanyak 25 rumah warga terdampak dengan ketinggian air berkisar antara 5 hingga 10 sentimeter.
Sementara itu, di Kecamatan Benjeng, banjir merendam enam desa, yakni Lundo, Sedapurklagen, Deliksumber, Kedungrukem, Munggugianti, dan Bulurejo.
Di wilayah ini, sedikitnya 532 rumah warga tergenang air setinggi sekitar 10 sentimeter. Selain permukiman, genangan juga merendam sejumlah fasilitas umum serta puluhan hektare lahan pertanian.



















































