jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Warga Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung membongkar sebuah makam kuno yang diduga berasal dari periode peralihan Hindu-Buddha menuju awal penyebaran Islam, Kamis (27/8). Makam tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-16 hingga abad ke-17 Masehi atau telah berusia sekitar 400 tahun.
Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Tulungagung Haryadi mengatakan, dirinya telah melakukan penelitian secara pribadi terhadap makam kuno tersebut. Menurutnya, salah satu karakteristik yang menarik adalah bentuk batu nisan yang menggunakan langgam Tembayat atau Baya.
"Makam kuno ini memiliki nisan bergaya Tembayat atau Baya," kata Haryadi.
Dia menjelaskan karakteristik batu nisan tersebut umumnya ditemukan pada kompleks pemakaman yang berasal dari periode peralihan budaya Hindu-Buddha menuju masa awal penyebaran Islam.
Haryadi menduga makam tersebut berasal dari rentang abad ke-16 hingga abad ke-17 Masehi.
"Bentuk nisan menyerupai kelir atau gunungan, dengan ciri khas bagian atas melebar dan memipih membentuk siluet. Itu menyerupai gunungan dalam pewayangan atau bentuk kurawal makara kuno," ujarnya.
Selain bentuknya, batu nisan tersebut juga memiliki karakteristik lain. Nisan dipahat langsung dari batu andesit dengan tekstur guratan kasar yang menunjukkan bekas pahatan secara manual.
Bagian bawah nisan diduga bertumpu pada umpak batu persegi berundak. Struktur tersebut disebut menyerupai gaya arsitektur lapik arca atau bangunan suci pada masa pra-Islam.



















































