jpnn.com, JAKARTA - Sektor kendaraan listrik nasional menunjukkan performa yang menggembirakan sepanjang 2025.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat bahwa di tengah tantangan pasar otomotif secara umum, pangsa pasar kendaraan listrik justru berhasil menyentuh angka 13 persen.
Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kementerian Perindustrian, Patia Junjungan Maningdo mengatakan bahwa capaian tersebut menjadi sinyal positif atas efektivitas kebijakan transisi menuju kendaraan rendah emisi yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.
“Terus terang dari Kementerian Perindustrian juga di luar dugaan. Di tahun 2025 market share kendaraan listrik sudah mencapai 13 persen,” kata Patia dalam diskusi "Insentif EV Dihapus, Kemana Arah Masa Depan Industri Otomotif di Indonesia?" digelar di Jakarta, Selasa.
Ia menyampaikan, populasi kendaraan listrik di Indonesia kini mencapai sekitar 330 ribu unit didominasi oleh sepeda motor listrik sekitar 200 ribu unit dan mobil penumpang sekitar 100 ribu unit.
Dalam dua tahun terakhir, jumlah tersebut meningkat lebih dari 100 persen.
Secara terpisah, data industri menunjukkan bahwa sepanjang 2025 pasar kendaraan listrik nasional tumbuh sekitar 70 persen menjadi 175 ribu unit termasuk kendaraan listrik murni hingga plug-in hybrid.
Lonjakan paling signifikan terjadi pada segmen Battery Electric Vehicle (BEV) yang meningkat dari 43 ribu unit pada 2024 menjadi 104 ribu unit pada 2025 atau tumbuh 141 persen.





















































