Menelusuri Jejak Saudara Kedua Hindu Bali Lewat Bali Slam, Bukan Sekadar Pendatang

3 weeks ago 24

Minggu, 01 Februari 2026 – 09:10 WIB

Menelusuri Jejak Saudara Kedua Hindu Bali Lewat Bali Slam, Bukan Sekadar Pendatang - JPNN.com Bali

Penulis Buku Bali Slam Ilham Efendi dan guru besar Unud Prof Putu Gede Suwitha saat launching dan bedah buku Bali Slam kemarin. Foto: Source for JPNN

bali.jpnn.com, DENPASAR - Setelah dua tahun mendalami penelitian untuk menyingkap tabir sejarah Islam di Pulau Dewata, buku bertajuk 'Bali Slam – Entitas yang Terlupakan' resmi diluncurkan.

Karya kolaborasi antara Ilham Efendi dengan Dompet Dhuafa Bali ini diperkenalkan ke publik di Denpasar, Sabtu (31/1) kemarin.

"Alhamdulillah, buku ini diharapkan bisa memberikan literasi bagi semua mengenai Bali Slam," ujar Ilham Efendi.

Ilham mengatakan Bali Slam merupakan identitas atau sebutan bagi masyarakat Bali Islam yang terlupakan.

Padahal, Bali Slam bukanlah pendatang melainkan saudara kedua setelah Hindu Bali.

Ilham Efendi dalam tulisannya menggambarkan dengan lengkap jejak sejarah Islam, baik lokasi hingga artefak peninggalan yang jarang terekspos.

Selama dua tahun lebih, pria asal Denpasar itu dibantu rekan-rekannya, mencari dan menelusuri jejak Bali Slam mulai dari Kampung Islam Gelgel Klungkung.

Kemudian pindah ke Kampung Kecicang Islam - Kampung Islam Buitan, Karangasem; Kampung Kepaon Badung (kini masuk Denpasar); Kampung Bugis Suwung Batan Kendal dan Kampung Bugis Serangan -Tanjung Benoa-Tuban (Kuta).

Setelah dua tahun mendalami penelitian untuk menyingkap tabir sejarah Islam di Pulau Dewata, buku bertajuk 'Bali Slam – Entitas yang Terlupakan' resmi dirilis

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
| | | |