jpnn.com, JAKARTA - Pemuda Indonesia Center (PIC) mengkriti pimpinan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang berdemonstrasi di Gedung DPR RI, Kamis (27/8/2026).
Ketua Umum Pemuda Indonesia Center (IPC) Ahmad Rinaldi mempertanyakan komitmen dan tanggung jawab moral pimpinan aksi terhadap massa yang telah dimobilisasi atas nama kepentingan rakyat.
Dia mengatakan aksi yang semestinya menjadi ruang perjuangan bersama justru menyisakan persoalan ketika pimpinan AMPB, yang dikenal dengan sapaan “Botok”, tidak lagi membersamai massa setelah agenda audiensi dengan pimpinan DPR RI tercapai.
"Jika perjuangan tersebut benar-benar untuk rakyat, mengapa ketika situasi di lapangan memanas, rakyat justru dibiarkan menghadapi barikade aparat seorang diri?" tany Rinaldi.
Bagi PIC, kata Rinaldi, persoalan ini bukan sekadar mengenai keberadaan seseorang di lokasi aksi, melainkan menyangkut integritas, tanggung jawab, dan kejujuran sebuah gerakan yang membawa nama rakyat.
Oleh karena itu, Rinaldi menyampaikan pernyataan sikap Pemuda Indonesia Center (PIC) sebagai berikut:
1. Rakyat Bukan Alat Tukar untuk Kepentingan Personal atau Kelompok Tertentu
PIC mengecam segala bentuk praktik yang menjadikan keresahan masyarakat sebagai modal untuk membuka akses kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.






















































