bali.jpnn.com, DENPASAR - Di balik riuh rendah ombak dan gemulai tarian budaya, Bali sedang bersiap melakukan lompatan besar di ruang siber.
Tidak lagi sekadar mengandalkan keindahan alam (nature) dan kekentalan budaya (culture), Pulau Dewata kini membidik status baru: Bali Zero Blank Spot.
Ambisi ini ditegaskan Gubernur Wayan Koster yang menekankan bahwa akses digital bukan lagi kemewahan, melainkan hak dasar bagi seluruh warga Bali.
"Target harus jelas. Kami upayakan bersama agar Bali zero blank spot, dan sinyal menjangkau seluruh wilayah.
Siaran TV juga harus bisa diterima masyarakat di seluruh Bali tanpa pengecualian," kata Gubernur Koster di Jayasabha, Kamis (27/11/2025) silam.
General Manager Witel Denpasar, Ismono Adi Jatmiko, memaparkan Bali memiliki daya tahan ekonomi yang cukup kuat.
Hal ini tercermin dari tingkat pengangguran yang paling rendah dibandingkan wilayah Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Timur.
“Pada Triwulan III–2025, ekonomi Bali tumbuh pesat sebesar 5,88 persen. Pertumbuhan ini berbanding lurus dengan penetrasi internet,” kata Ismono saat acara pelatihan jurnalistik di Denpasar, Kamis (5/2).



















































