Menukar Risiko dengan Harapan: Dedi Mulyadi Tawarkan Solusi ke Penyapu Koin di Jalur Pantura

1 month ago 23

Rabu, 18 Maret 2026 – 16:56 WIB

 Dedi Mulyadi Tawarkan Solusi ke Penyapu Koin di Jalur Pantura - JPNN.com Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jabar.jpnn.com, INDRAMAYU - Terik matahari di Jalur Pantura tak pernah benar-benar ramah. Di atas aspal yang memantulkan panas, sejumlah orang menunduk, menyapu koin demi koin yang dilempar dari jendela kendaraan yang melintas.

Bagi mereka, ini bukan sekadar tradisi. Ini tentang bertahan hidup.

Setiap musim mudik tiba, kawasan Jembatan Sewo di perbatasan Indramayu–Subang berubah menjadi panggung sunyi bagi para penyapu koin. Di tengah deru kendaraan yang tak henti, mereka mengambil risiko berpacu dengan waktu dan bahaya, demi recehan yang dikumpulkan satu per satu.

Namun tahun ini, ada yang berbeda.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM datang langsung menemui mereka. Bukan untuk sekadar menertibkan, tetapi menawarkan pilihan hidup lain.

“Mau Lebaran di pinggir jalan cari koin, panas, bahaya. Saya minta pulang ke rumah masing-masing,” ucap Dedi Mulyadi dikutip Rabu (18/3/2026).

Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan kompensasi sebesar Rp 50 ribu per hari selama 12 hari, mencakup masa arus mudik dan balik Idulfitri 2026.

Langkah ini bukan hanya soal kelancaran lalu lintas. Di baliknya, ada upaya menjaga keselamatan, baik bagi pengguna jalan maupun para penyapu koin yang selama ini berada di titik rawan kecelakaan.

Tradisi sawer koin di Jalur Pantura saat mudik. Kali ini, pemerintah turun tangan menukar aktivitas berisiko itu dengan uang kompensasi dan harapan baru.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
| | | |