jpnn.com, JAKARTA - Dunia industri perunggasan Indonesia tengah memasuki babak baru yang menegangkan.
Di penghujung tahun 2025, guncangan besar datang dari Asia Tenggara.
Dua raksasa pakan global, De Heus Animal Nutrition asal Belanda dan CJ Feed & Care asal Korea Selatan, memutuskan untuk bergabung.
Akuisisi ini bukan sekadar transaksi bisnis biasa. Nilainya mencapai 2.109 miliar won atau sekitar Rp 24 triliun, melibatkan 17 pabrik pakan yang tersebar di lima negara: Vietnam, Indonesia, Kamboja, Filipina, dan Korea Selatan.
Bagi industri perunggasan nasional, peristiwa ini ibarat menusuk sarang lebah. Selama puluhan tahun, peta persaingan di dalam negeri dikuasai oleh tiga nama besar: Charoen Pokphand, Japfa, dan kelompok Sierad Produce.
Ketiganya menguasai rantai pasok dari hulu (pembibitan dan pakan) hingga hilir (pengolahan).
Kini, dengan masuknya De Heus yang mengakuisisi penuh aset CJ di Indonesia, lanskap persaingan dipastikan berubah total. Pemain baru ini datang dengan modal besar dan teknologi mutakhir.
Data dari laporan resmi menunjukkan bahwa transaksi ini dijadwalkan rampung pada pertengahan 2026.




















































