jpnn.com, JAKARTA - Epilepsi hingga saat ini masih sering diselimuti stigma negatif dan salah kaprah di tengah masyarakat.
Mulai dari anggapan sebagai penyakit menular hingga dikaitkan dengan hal mistis.
Padahal, secara medis, epilepsi merupakan gangguan sistem saraf yang dapat dikontrol dengan penanganan yang tepat.
Dokter Spesialis Bedah Saraf dari Bethsaida Hospital Gading Serpong dr. Wienorman Gunawan, Sp.BS menjelaskan epilepsi terjadi akibat gangguan aktivitas listrik di otak.
“Otak manusia bekerja menggunakan sinyal listrik. Pada penderita epilepsi, terjadi lonjakan sinyal listrik yang tidak normal dan berulang, sehingga memicu kejang atau gangguan kesadaran,” kata dr. Wienorman, Rabu (21/1).
Salah satu mitos yang paling sering ditemui adalah anggapan bahwa epilepsi bisa menular.
Menurut dokter Wienorman, hal ini tidak benar.
Epilepsi bukan disebabkan oleh infeksi yang dapat berpindah dari satu orang ke orang lain.






















































