Momen Pilu di Liang Lahat, Suara Bergetar Dody Reza Alex Noerdin Iringi Kepergian Ayahanda

3 hours ago 12

Momen Pilu di Liang Lahat, Suara Bergetar Dody Reza Alex Noerdin Iringi Kepergian Ayahanda

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Putra sulung Alex Noerdin, Dody Reza Alex Noerdin saat kumandangkan azan di liang lahat sang ayah, Kamis (26/2/2026). Foto: Cuci Hati/JPNN.com.

jpnn.com, PALEMBANG - Suasana khidmat menyelimuti prosesi pemakaman mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Kamis (26/2/2026) di pemakaman keluarga TPU Kebun Bunga Palembang. 

Ditengah kerumunan pelayat yang memadati area pemakaman keluarga, momen paling menyentuh terjadi saat putra sulung Dody Reza Alex Noerdin turun ke liang lahat untuk memberikan penghormatan terakhirnya.

Mengenakan pakaian koko putih, peci hitam, Dody tampak berusaha tegar saat perlahan turun mendampingi jenazah sang ayah di liang lahat. Namun, ketegaran itu tampak goyah ketika ia melantunkan azan. 

Sesaat setelah jenazah diletakkan dengan sempurna menghadap kiblat, Dody mulai mengumandangkan azan. 

Suara Dody terdengar hebat sejak kalimat pertama. Ia sempat terhenti sejenak, mengambil napas dalam sembari memejamkan mata, seolah berjuang keras menahan air mata agar tidak jatuh di jenazah sang ayah. 

Para pelayat yang hadir pun tampak tertunduk lesu, bahkan tak sedikit yang terdengae terisak menyaksikan keteguhan hati Dody di momen pilu tersebut. 

Meski dengan suara yang sarat akan kesedihan, Dody berhasil menyelesaikan azan dan iqamah hingga akhir. Setelah keluar dari liang lahat, ia tampak ditenangkan oleh pihak keluarga sebelum akhirnya prosesi penimbunan tanah dilakukan. 

Alex Noerdin dikenal sebagai tokoh pembangunan di Sumatera Selatan dan keberadaan putra-putrinya di sisi jenazah hingga detik terakhir menjadi potret seorang anak kepada orang tua yang telah mendahului. (mcr35/jpnn) 

Putra sulung Alex Noerdin, Dody Reza Alex Noerdin berusaha menahan tangis saat mengumandangkan azan di liang lahat sang ayah.


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Cuci Hati

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |