Momentum Ramadan, FWD Dorong Literasi Asuransi Syariah untuk Keluarga

13 hours ago 11

Jumat, 13 Maret 2026 – 13:13 WIB

Momentum Ramadan, FWD Dorong Literasi Asuransi Syariah untuk Keluarga - JPNN.com Jabar

FWD Insurance menghadirkan FWD Vodcast Ramadan bertema 'Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya' yang berkolaborasi dengan Ahmad Risyad bersama ayahnya, dr Muhammad bin Ali. Foto: sources for JPNN

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Ramadan identik dengan momen berbagi, kebersamaan, dan refleksi diri. Termasuk dalam hal mengatur keuangan keluarga.

Survei Future Insight into Ramadan and Eid 2025 dari Jakpat menunjukkan 52 persen responden Muslim menyiapkan anggaran lebih besar selama Ramadan dibandingkan bulan biasa maupun Ramadan tahun sebelumnya.

Mayoritas dana tersebut dialokasikan untuk zakat, infak, dan sedekah (82 persen), kebutuhan makanan Ramadan dan Lebaran (75 persen), buka puasa bersama (66 persen), belanja (62 persen), mudik (37 persen), serta perjalanan atau liburan (31 persen).

Temuan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam merencanakan pengeluaran secara lebih matang selama bulan suci.

Di tengah meningkatnya perencanaan tersebut, Ramadan juga dapat dimaknai sebagai momentum bagi keluarga untuk memperkuat ketahanan finansial jangka panjang.

Melihat hal itu, PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) sebagai perusahaan asuransi jiwa yang berfokus pada nasabah dengan dukungan teknologi terus mendorong literasi asuransi syariah sebagai bagian dari perencanaan keuangan berkelanjutan yang bertanggung jawab.

Direktur sekaligus Chief Technology & Operations Officer FWD Insurance Slamet Riyoso mengatakan Ramadan sering menjadi waktu bagi keluarga untuk berhenti sejenak dan merefleksikan berbagai aspek kehidupan, termasuk kesiapan finansial.

"Ramadan sering menjadi waktu bagi keluarga untuk berhenti sejenak dan merefleksikan berbagai aspek kehidupan, termasuk kesiapan finansial. Dalam konteks tersebut, asuransi dengan prinsip syariah dapat menjadi bagian dari perencanaan risiko yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dan transparansi, melalui mekanisme berbagi risiko yang menghadirkan solusi perlindungan secara adil dan berkelanjutan," kata Slamet dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

Survei Jakpat menunjukkan 52 persen Muslim menyiapkan anggaran lebih besar selama Ramadan, terutama untuk zakat, makanan, bukber, hingga mudik.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
| | | |