jpnn.com, JAKARTA - Perkembangan mobil listrik yang kian meningkat banyak dimanfaatkan oleh penggunanya untuk dibawa perjalanan mudik lebaran.
Namun, tantangan khas mudik seperti kemacetan panjang, penggunaan pendingin kabin, dan fitur hiburan membuat sebagian masyarakat masih mempertanyakan apakah daya jelajah EV benar benar cukup untuk menempuh ratusan kilometer secara aman dan nyaman.
Secara teori, rute favorit mudik Jakarta-Semarang via tol Trans Jawa sejauh kurang lebih 445 km, bisa ditempuh dalam kondisi sekali pengecasan full.
Rute yang lebih jauh Jakarta - Yogyakarta dengan jarak kurang lebih 560 kilometer bisa ditempuh dengan sekali pengecasan di rest area.
Selain itu, Surabaya-Banyuwangi sejauh 300 kilometer yang dapat ditempuh dalam kondisi perjalanan tertentu.
Angka jarak tempuh itu perlu disesuaikan dengan pola perjalanan aktual di Indonesia, sehingga perencanaan menjadi kunci dalam perjalanan jarak jauh dengan kendaraan listrik.
Berikut empat strategi yang dapat dipertimbangkan agar perjalanan mudik dengan mobil listrik semakin lancar dan terencana.
1. Rencanakan Perjalanan dengan Perhitungan Jarak yang Realistis
Jarak tempuh menjadi salah satu pertimbangan utama saat menggunakan kendaraan listrik untuk mudik.
Perlu dipahami angka pengujian seperti NEDC dilakukan dalam kondisi tertentu dan dapat berbeda dari penggunaan sehari hari yang dipengaruhi gaya berkendara, kondisi lalu lintas, penggunaan pendingin kabin, hingga beban kendaraan.




















































