jatim.jpnn.com, SURABAYA - Sejumlah musisi nasional mengajak mahasiswa untuk lebih mengenal jati diri dan menjaga identitas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
Pesan itu disampaikan dalam Dialog Kebangsaan bertema Mengenal Diri, Mengenal Indonesia yang digelar di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kampus Lidah Wetan, Sabtu (9/5).
Kegiatan hasil kolaborasi Unesa, Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), serta Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) itu menghadirkan sejumlah musisi nasional seperti Bimbim Slank, Once Mekel, Alffy Rev, Shanna Shannon, dan Novia Bachmid.
Rektor Universitas Negeri Surabaya Nurhasan mengatakan seni dan budaya merupakan kekuatan utama Indonesia yang harus terus dijaga dan dikembangkan, termasuk melalui platform digital.
“Seni budaya adalah keunggulan Indonesia yang bisa kita banggakan di kancah internasional. Maka dari itu, kemasan dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor kunci,” ujar Nurhasan.
Dia menilai musik menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan keberagaman suku, budaya, dan bahasa di Indonesia.
“Gunakan platform digital untuk mengenalkan serta melestarikan warisan kita, agar jati diri bangsa tidak meluntur dan tetap abadi sepanjang zaman,” katanya.
Dalam sesi diskusi, Alffy Rev menyoroti fenomena masyarakat modern yang cenderung menginginkan hasil instan tanpa melalui proses panjang.



















































