jpnn.com, JAKARTA - Aktris sekaligus pendiri Balikin, Nadia Mulya, mendukung pelaksanaan Great Eastern Women’s Run Indonesia 2026 yang mengusung konsep end-to-end sustainability melalui penggunaan reusable cup di setiap water station.
Kolaborasi Balikin dalam ajang tersebut dilakukan untuk mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai selama acara berlangsung. Selain itu, pengelolaan sampah dari area acara hingga pascaacara juga dikerjakan bersama Rekosistem.
Nadia mengatakan konsep keberlanjutan yang dihadirkan dalam ajang lari ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi event olahraga lainnya di Indonesia.
"Paris Marathon menjadi maraton pertama di dunia yang tidak menggunakan single-use cup. Mereka memakai sistem air isi ulang. Nah, semoga di Jakarta bisa menjadi yang kedua melakukan hal tersebut,” ujar Nadia, di Jakarta, Minggu (24/5).
Menurutnya, sistem tersebut menjadi langkah nyata untuk mengurangi limbah plastik di tengah penyelenggaraan acara berskala besar dengan ribuan peserta.
“Jadi, nantinya tidak ada sampah plastik sekali pakai. Walaupun pesertanya ribuan, kita ingin tetap bisa menjadi yang terbaik dan mengirimkan pesan nyata kepada masyarakat, bahkan kepada dunia, bahwa kita peduli terhadap lingkungan,” katanya.
Nadia menambahkan, keberhasilan konsep ramah lingkungan dalam ajang olahraga sangat bergantung pada sistem dan dukungan yang tepat dari seluruh pihak yang terlibat.
“Kami percaya, dengan sistem dan support system yang tepat, acara seperti ini tidak hanya memberikan dampak positif untuk kesehatan, tetapi juga positif untuk bumi,” ucapnya.






.jpeg)















































