jpnn.com, JAKARTA - Seorang dokter berinisial DT kehilangan saldo rekeningnya sebesar Rp 2 miliar akibat kejahatan penipuan yang berkedok perbaikan data pajak. Kasus ini berawal ketika korban menerima surat SP2DK dari KPP Medan Polonia pada 10 Oktober 2025.
Setelah memenuhi panggilan ke kantor pajak pada 20 November 2025, korban mendapat pesan WhatsApp keesokan harinya (21/11) dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai petugas pajak. Pengirim yang memasang logo resmi Dirjen Pajak itu mengirimkan file surat palsu berkop instansi resmi, yang menyebutkan ada kesalahan data alamat korban. Pelaku kemudian menawarkan dua opsi perbaikan: datang langsung ke kantor atau dipandu secara online.
Korban DT memilih dipandu online. "Dipandu untuk cari Playstore di layar, yang ternyata tidak ada lagi di layar korban. Setelah ditanyakan ke penipu, diarahkan untuk dicari di Chrome palsunya yang sangat mirip dengan asli. Dan setelah di scroll ke bawah didapatlah coretax apk untuk diunduh," jelas DT dalam keterangannya, Selasa (20/1).
Setelah mengunduh dan menginstal aplikasi bernama CORETAX1_0_69_20251029.apk, layar ponsel korban menunjukkan proses unduhan yang tidak normal. "Di sinilah proses pembobolan rekening diduga sedang berlangsung," ujar DT. Selama proses berlangsung, pelaku melarang korban menyentuh layar ponsel.
"Saya ada melihat di layar yang redup, ada pop up notifikasi OCBC 2 kali muncul hanya 1 sampai 2 detik. Saya mulai curiga," ucap DT.
Meski akhirnya mematikan ponselnya, proses penipuan telah selesai. Dana korban telah berpindah ke beberapa rekening tak dikenal. Pelaku disebutkan mencoba membobol rekening sebanyak 14 kali, dengan dua kali diantaranya gagal.
DT yang panik segera menghubungi Bank OCBC pada pukul 16.00 WIB di hari yang sama dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Ia juga melaporkan dugaan kebocoran data ke KPP Medan Polonia, karena pelaku mengetahui detail data dan nama pegawai di kantor tersebut.
Menanggapi laporan korban, Bank OCBC dalam surat tertanggal 11 Desember 2025 menyatakan bahwa seluruh transaksi tersebut telah memenuhi aspek keamanan transaksi online banking, termasuk notifikasi yang dikirimkan.






















































