jatim.jpnn.com, SURABAYA - Geliat industri transportasi digital di Jawa Timur tak kalah dengan ibu kota. Salah satu pemain lokal, Aplikasi Aku Cinta Indonesia (ACI), mencatatkan pencapaian signifikan dengan menembus lebih dari 500 ribu unduhan dalam waktu kurang dari satu tahun.
ACI hadir sebagai aplikasi ojek online dan layanan antar makanan yang mengusung kearifan lokal serta semangat gotong royong dalam ekosistem ekonomi digital Jawa Timur.
Direktur ACI Suroto menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Jawa Timur yang telah menjadikan ACI sebagai aplikasi andalan.
“Kami sangat berterimakasih kepada seluruh pengguna ACI di Jawa Timur telah membersamai ACI selama ini, ACI tidak sekedar ojol namun Gerakan ekonomi Digital di Jawa Timur untuk Jawa Timur,” kata Suroto tertulis, Selasa (20/1).
Menurut Suroto, ACI mengambil pendekatan berbeda dibanding aplikasi sejenis. Prinsip gotong royong menjadi fondasi utama, sejalan dengan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu bangsa.
Melalui skema tersebut, pengemudi serta warung atau restoran mitra memperoleh pendapatan lebih besar. ACI tidak memberlakukan potongan, atau jika ada, nilainya tidak lebih dari 2 persen. Di sisi lain, pengguna tidak dibebani harga layanan yang melonjak.
“Di aplikasi lain, harga makanan bisa naik hingga 40–50 persen dari harga di warung atau restoran. Di ACI, harga dibuat lebih jujur dan transparan,” ujarnya.
Suroto menjelaskan tingginya harga di aplikasi lain dipicu oleh berbagai biaya layanan tambahan, sehingga harga makanan menjadi lebih mahal dan diskon yang diberikan pun bersifat semu.



















































