Otak Pabrik Narkoba di Gianyar ternyata WNA Rusia, Kedubes: Sangat Menyedihkan!

1 month ago 33

Rabu, 18 Maret 2026 – 11:42 WIB

 Sangat Menyedihkan! - JPNN.com Bali

Aparat BNN RI menggelandang eks tentara Rusia berinisial TS ke lokasi pabrik narkoba Mephedrone di Blahbatuh, Gianyar, Sabtu (7/3). Foto: Ali Mustofa/JPNN.com

bali.jpnn.com, JAKARTA - Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia menyatakan sikap tegas terkait kasus laboratorium narkoba ilegal yang dikelola warga negaranya di Bali.

Meski menyebut peristiwa ini menyedihkan, Kedubes Rusia menekankan bahwa tindakan kriminal tersebut tidak memiliki alasan pembenar.

Sekretaris Kedua Kedubes Rusia Olesya Netesova menegaskan bahwa pihaknya menghormati kedaulatan hukum Indonesia.

Olesya Netesova mengaku terkesan dengan ketegasan petugas yang berhasil menyita 7,3 kg narkotika jenis mephedrone dari lokasi kejadian.

"Ini adalah pengungkapan laboratorium mephedrone terbesar.

Kami mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba ini," ujar Sekretaris Kedua Kedubes Rusia Olesya Netesova dilansir dari Antara.

Melalui operasi senyap yang berlangsung dramatis selama dua hari, 5–6 Maret 2026, BNN RI bersama Bea Cukai dan Imigrasi berhasil menggerebek laboratorium gelap produksi narkotika jenis Mephedrone.

Clandestine laboratory yang berhasil diungkap tim gabungan ini berada di The Lavana De’Bale Marcapada, Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali.

Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia menyatakan sikap tegas terkait kasus laboratorium narkoba ilegal yang dikelola warga negaranya di Bali.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
| | | |