jpnn.com, BANDA ACEH - Kasatgaswil Aceh Safrizal ZA mendukung sepenuhnya pelaksanaan kegiatan Padat Karya Tunai yang melibatkan sekitar 20 ribuam warga sekitar lokasi kegiatan pembersihan dan pemulihan wilayah daerah terdampak banjir dan longsor di Aceh.
"Melalui kegiatan Padat Karya Tunai ini yang dibayar per hari, warga terdampak bencana banjir dan longsor mendapat penghasilan dan lingkungannya menjadi bersih, jadi solusi ganda, percepatan pemulihan pascabencana sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat," kata Safrizal dalam keterangan persnya, Selasa.
Safrizal menambahkan kegiatan Padat Karya Tunai berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum yang mengatur dari aspek administrasi hingga teknik.
Disebutkan kegiatan Padat Karya Tunai bukan hal baru di Aceh.
Dia menyatakan pada tsunami 2004 juga digelar kegiatan seperti ini dengan nama cash for work yang melibatkan korban gempa bumi dan tsunami untuk membersihkan lumpur tsunami dan sebagainya.
"Alhamdulillah kegiatan Padat Karya Tunai ini diadakan di belasan wilayah terdampak banjir dan longsor. Bekerjalah secara serius sehingga ada dampak hasilnya," kata Safrizal.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Wida Nurfaida menjelaskan pada tahun anggaran 2026, kegiatan Padat Karya Tunai di Provinsi Aceh akan menyerap tenaga kerja sebanyak 20.394 jiwa dengan rincian untuk Sumber Daya Air (18.345 jiwa), Bina Marga (451 jiwa) dan Cipta Karya (1.598 jiwa)
“Saat ini, kegiatan Padat Karya Tunai yang sedang berjalan untuk kegiatan Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan di Aceh Tamiang,” kata Wida Nurfaida.





















































