jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Fenomena El Nino selama ini identik dengan kekeringan, penurunan curah hujan, hingga ancaman terhadap sektor pertanian.
Namun, kondisi tersebut ternyata tidak selalu memberikan dampak buruk bagi Indonesia.
Sejumlah sektor justru berpotensi memperoleh keuntungan ketika fenomena pemanasan suhu muka laut di Pasifik tersebut terjadi, salah satunya perikanan tangkap.
Ketua Tim Pakar Pusat Penelitian Perubahan Iklim (PPI) ITB sekaligus Dosen Program Studi Doktoral Meteorologi ITB, Tri Wahyu Hadi, mengatakan potensi peningkatan hasil tangkapan ikan terutama terdapat di wilayah perairan selatan Indonesia yang berbatasan dengan Samudra Hindia.
Hal itu berkaitan dengan fenomena upwelling yang umumnya menguat pada kondisi tertentu saat El Nino.
"Yang sempat kami teliti itu ada di sektor perikanan tangkap, di selatan Indonesia, Samudra Hindia. Itu biasanya meningkat karena justru ada fenomena lain yang kami sebut upwelling," kata Tri dalam diskusi di Kampus ITB, Kamis (13/8/2026).
Upwelling merupakan proses naiknya massa air laut yang lebih dingin dari lapisan dalam menuju permukaan. Bersamaan dengan proses tersebut, nutrisi dari perairan dalam ikut terbawa ke permukaan.
Kondisi itu dapat meningkatkan produktivitas perairan dan menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi keberadaan ikan.



















































