Panen Kopi Temanggung Diprediksi Anjlok hingga 20 Persen, Apa Penyebabnya?

1 week ago 18

Kamis, 09 April 2026 – 10:45 WIB

Panen Kopi Temanggung Diprediksi Anjlok hingga 20 Persen, Apa Penyebabnya? - JPNN.com Jateng

Kopi Temanggung. ANTARA/Heru Suyitno

jateng.jpnn.com, TEMANGGUNG - Kabar kurang sedap datang dari sentra kopi di Kabupaten Temanggung. Produksi kopi tahun ini diprediksi turun cukup signifikan, mencapai 15 hingga 20 persen dibandingkan tahun lalu.

Penurunan ini bukan tanpa sebab. Cuaca yang tidak menentu, terutama fenomena kemarau basah yang terjadi pada tahun sebelumnya, disebut menjadi biang kerok utama merosotnya hasil panen.

Kabid Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Temanggung Sumarno mengungkapkan kondisi iklim tersebut berdampak langsung pada fase penting tanaman kopi.

“Pembungaan tanaman kopi tahun lalu terganggu akibat kemarau basah, sehingga formasi bunga tidak optimal,” ujarnya, Kamis (9/4).

Dampaknya, banyak bunga kopi yang rontok sebelum berkembang menjadi buah. Kondisi ini otomatis menekan potensi produksi tahun ini.

Sebagai gambaran, produksi kopi Temanggung pada tahun lalu mencapai sekitar 9.000 ton. Namun, dengan gangguan iklim tersebut, angka itu dipastikan sulit terulang di musim panen kali ini.

Di Temanggung sendiri, kopi jenis arabika dan robusta menjadi andalan. Kedua varietas tersebut umumnya mulai dipanen pada periode Mei hingga Juni. Namun, para petani kini harus bersiap menghadapi hasil yang tak semanis tahun sebelumnya.

Meski begitu, harapan belum sepenuhnya pupus. Para petani masih optimistis pasokan kopi dari Temanggung tetap mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Produksi kopi di Temanggung tahun ini diprediksi turun cukup signifikan, mencapai 15 hingga 20 persen dibandingkan tahun lalu.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |