Para Akademisi Apresiasi Pidato Presiden Prabowo di WEF Davos 2026

2 hours ago 17

Para Akademisi Apresiasi Pidato Presiden Prabowo di WEF Davos 2026

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Presiden Prabowo saat berpidato di WEF, Davos, Swiss, pada Kamis (22/1) malam. Foto: dokumentasi Biro Pers Istana

jpnn.com - Sejumlah akademisi dari berbagai disiplin ilmu memberikan apresiasi atas pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam forum World Economic Forum atau WEF Davos 2026 di Swiss. Pidato tersebut dinilai tidak hanya memuat pesan diplomatik global, tetapi juga menawarkan arah pembangunan nasional yang strategis serta membuka peluang kerja sama internasional yang lebih adil dan berkelanjutan.

Akademisi Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Direktur Geopolitik Great Institute, Dr. Teguh Santosa, menilai pidato Presiden Prabowo sebagai sebuah proposal terbuka bagi kerja sama dan kemitraan internasional.

Menurutnya, Presiden Prabowo secara terbuka menguraikan berbagai persoalan elementer yang masih dihadapi Indonesia sebagai warisan pemerintahan sebelumnya, namun pada saat yang sama juga memaparkan capaian-capaian konkret pemerintahannya dalam merespons dan mengatasi persoalan tersebut.

“Pemaparan Presiden Prabowo mempertegas distingsi antara praktik greedynomics atau ekonomi keserakahan yang telah menimbulkan kerusakan di berbagai sektor, dengan praktik Prabowonomics yang sejauh ini relatif berhasil mengurangi kerusakan-kerusakan tersebut,” ujar Teguh dalam keterangannya, Jumat (23/1).

Dia menilai pidato Prabowo di Davos sebagai deklarasi pembangunan Indonesia yang menjanjikan kerja sama dan kemitraan yang fair di tingkat global. Menurutnya, pidato tersebut semestinya dijadikan rujukan kebijakan lintas sektor.

“Pidato ini layak dijadikan semacam playbook bagi seluruh lembaga pemerintahan, dari pusat hingga daerah, agar semua pengambil kebijakan bergerak dengan spirit yang sama dan arah pembangunan yang sejalan dengan Presiden,” tegasnya.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Betty Tresnawaty, S.Sos., M.I.Kom., menyoroti aspek strategi komunikasi Presiden Prabowo yang dinilainya persuasif, terstruktur, dan efektif untuk audiens global.

Menurut Prof. Betty, Presiden Prabowo berhasil mengombinasikan data konkret, seperti penyediaan 59,8 juta porsi makanan bergizi serta digitalisasi 288 ribu sekolah, dengan narasi emosional mengenai kesejahteraan rakyat. Hal ini diperkuat oleh positioning Indonesia sebagai negara yang stabil di tengah ketidakpastian global.

Sejumlah akademisi mengapresiasi pidato Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 karena menawarkan arah pembangunan nasional yang strategis

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |