jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kebun Binatang Surabaya (KBS) menerapkan sistem parkir digital atau pembayaran non-tunai, sejak pertengahan Maret 2026. Meski demikian, manajemen mengakui dalam kondisi ramai, transaksi menggunakan QRIS membutuhkan waktu lebih lama dibanding metode lain.
Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) KBS Muhammad Nahroni menjelaskan penerapan sistem parkir digital telah melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
“Kami sudah koordinasi dengan Dishub, ketika nanti pengunjung ramai, akan kami tambah alat.Secara implementasi tidak ada kendala," jelas Nahroni, Selasa (14/3).
Selama periode libur nasional dan cuti bersama Nyepi serta Idulfitri Tahun 2026, jumlah pengunjung KBS tercatat mencapai sekitar 40 ribu orang.
Mayoritas pengunjung merupakan keluarga yang memanfaatkan momen liburan untuk mengajak anak-anak mengenal satwa secara langsung.
Dari sisi akses, pintu utama dan pintu 12 masih menjadi jalur favorit pengunjung. Sementara itu, keberadaan Tunnel Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) - KBS, turut berkontribusi signifikan dengan menyumbang sekitar 40 hingga 49 persen dari total arus kunjungan ke kawasan tersebut.
“Koordinasi intensif telah dilakukan mengingat sistem ini merupakan hal baru, baik bagi pengelola KBS maupun pengunjung. Meski demikian, pada tahap awal penerapan, sistem parkir digital berjalan lancar,” bebernya.
Terkait tarif, Nahroni memastikan tidak ada perubahan. Tarif parkir sepeda motor sebesar Rp5.000 dan mobil Rp10.000 dengan sistem flat.

















































