jakarta.jpnn.com - Manajer Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun mengatakan pasar yang dikelolanya membutuhkan sekitar 12 hingga 15 armada pengangkut sampah setiap hari.
Menurut Agus Lamun, saat ini jumlah armada yang beroperasi hanya sekitar delapan unit.
Delapan truk dianggap tidak mencukupi untuk mengangkut volume sampah harian yang dihasilkan aktivitas pasar.
"Kemarin kami sudah diskusi. Memang ada beberapa kendala, termasuk armada yang rusak. Dari yang seharusnya 12 sampai 15 armada, sekarang tinggal delapan armada yang mengangkut sampah setiap hari," ucap Agus, Kamis (8/1).
Agus berharap Dinas Lingkungan Hidup bisa melengkapi kekurangan armada pengangkut sampah di Pasar Induk Kramat Jati.
Dengan demikian, pengelolaan sampah di Pasar Induk Kramat Jati bisa berjalan optimal ke depan.
Menurut Agus, penambahan armada menjadi kunci utama untuk mencegah penumpukan sampah pada masa mendatang.
"Kami berharap terus ada upaya untuk melengkapi armada yang memang kurang tersebut sehingga sampah yang ada di Pasar Induk Kramat Jati ini tidak lagi terjadi penumpukan," ucap Agus.



















































