jabar.jpnn.com, DEPOK - Praktisi Pendidikan, Itje Chodidjah turut angkat bicara terkait aksi pengeroyokan pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Bandung yang viral di media sosial.
Dalam kejadian tersebut, satu pelajar dinyatakan meninggal dunia.
Itje menuturkan, pendidikan sejatinya adalah pencegahan, bukan pemantauan ketika sesuatu telah terjadi.
“Nah, anak-anak sudah SMA itu kan bukan karena pendidikan di SMA, tetapi mereka tumbuh dari PAUD sampai SMP. Apa yang sudah ditanam kepada mereka? Kok nggak jadi apa-apa gitu dalam aspek moral dan sosialnya? Artinya, itu tidak jadi apa-apa,” ucap Itje, dikutip Minggu (15/3/2026).
Dia menyebut, paradigma masyarakat kerap menganggap penguasaan akademik menjadi tolak ukur keberhasilan siswa di sekolah. Padahal, perkembangan karakter sama pentingnya dengan akademik.
“Anak SMA enggak mendadak besar, enggak mendadak tiba-tiba berkarakter seperti mereka yang sampai mereka melakukan pengeroyokan, tawuran. Tetapi kan itu tumbuh dari sejak SD,” ungkapnya.
?“Jadi, kita ini darurat pendidikan sebenarnya. Kenapa? Karena anak-anak itu datang ke sekolah seolah-olah hanya menerima tuntutan untuk kemudian diuji, tetapi tidak secara seutuhnya, tidak secara benar-benar ditumbuhkan menjadi anak-anak yang sehat secara moral maupun akademik,” tegasnya.
Menurutnya, ada yang keliru dalam karakteristik anak saat ini, sehingga begitu di SMA, anak sudah mulai merasa ingin mandiri, merasa kuat.

















































