Memutus Mata Rantai Gangguan GERD dan Kecemasan di Era Modern

2 hours ago 18

Memutus Mata Rantai Gangguan GERD dan Kecemasan di Era Modern

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Health Talk bertajuk 'Memutus Lingkaran Setan GERD dan Anxiety'. Foto dok Nutriged

jpnn.com, BOGOR - dr. Ratri Saumi menjelaskan masalah utama Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah melonggarnya katup esofagus, bukan karena asam lambung yang harus dimusuhi.

Bagi para pejuang GERD dan maag kronis, momen makan sering kali berubah menjadi horor yang memicu kecemasan hebat.

Dilemanya nyata: perut lapar dan butuh nutrisi, namun bayang-bayang nyeri ulu hati, sesak napas, hingga mulut yang pahit pasca-makan membuat mereka takut untuk menyentuh sepiring nasi.

"Asam lambung itu penting untuk mencerna protein. Masalahnya adalah ketika ia 'muncrat' ke tempat yang salah," jelas dr Ratri dalam Health Talk bertajuk 'Memutus Lingkaran Setan GERD dan Anxiety', yang digelar di The Mirah Hotel Bogor, Sabtu (18/4).

Ketika lambung teriritasi, ia mengirim sinyal bahaya ke otak melalui mekanisme Gut-Brain Axis.

Untuk memutus rantai ini, dr. Ratri memperkenalkan Protokol 5R (Remove, Replace, Reinoculate, Repair, Rebalance) sebagai strategi restorasi lambung yang komprehensif, bukan sekadar menekan asam dengan obat-obatan kimia secara terus-menerus.

Hadir menjawab tantangan makanan sehat yang biasanya 'tidak enak', Ramdani Husnul Huluq selaku Nutraceutical Researcher, meracik Nutriged dengan melibatkan anaknya yang berusia 3 tahun sebagai panelis rasa perdana.

"Jika anak kecil suka, maka orang dewasa yang sedang sakit pun akan merasa bahagia saat memakannya," ujar Ramdani.

Bagi para pejuang GERD dan maag kronis, momen makan sering kali berubah menjadi horor yang memicu kecemasan hebat.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |