jpnn.com, JAKARTA - Pemerhati Jakarta Sugiyanto meluruskan adanya kesalahpahaman terkait biaya pembongkaran tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Dia menegaskan angka Rp 100 miliar yang saat ini disorot bukanlah biaya khusus untuk pembongkaran 109 tiang monorel, melainkan estimasi total anggaran penataan kawasan secara menyeluruh.
"Terjadi mispersepsi di masyarakat. Seolah-olah biaya pembongkaran 109 tiang monorel mencapai Rp 100 miliar. Padahal, angka itu merupakan estimasi total biaya penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said secara terpadu, bukan hanya pembongkaran tiang," kata Sugiyanto, Minggu (11/1).
Menurut Sugiyanto, jika dihitung secara rasional dengan mengacu pada harga satuan pembongkaran beton yang lazim digunakan dalam dunia konstruksi, biaya pembongkaran fisik tiang monorel justru berada pada kisaran ratusan juta rupiah, bukan puluhan miliar.
Sugiyanto menjelaskan harga satuan pembongkaran beton umumnya berkisar antara Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu per meter kubik.
Sementara jumlah tiang monorel di Jalan HR. Rasuna Said tercatat sebanyak 109 tiang, dengan estimasi volume masing-masing tiang sekitar 3 hingga 5 meter kubik.
Jika dihitung total volume pembongkaran berada di kisaran 300 sampai 500 meter kubik.
Dengan harga satuan Rp 400 ribu per meter kubik, biayanya sekitar Rp 120 juta sampai Rp 200 juta.






















































