bali.jpnn.com, DENPASAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mencatat indeks harga properti residensial di Pulau Dewata tetap tinggi pada akhir 2025 dengan pertumbuhan 1,06 persen.
Meski begitu, secara periode tiga bulanan indeks tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 1,08 persen.
Hal ini berdasarkan hasil survei indeks harga properti residensial.
Survei perumahan residensial itu dilakukan kepada 32 pengembang skala cukup besar, dominan dan aktif memproduksi rumah berkelanjutan.
Pengumpulan data dilakukan secara tatap muka mencakup data harga jual rumah, jumlah unit rumah yang dibangun dan dijual serta perkiraan harga jual para periode berikutnya.
Berdasar survei, pada akhir 2025, indeks properti perumahan di Bali tergolong tinggi, ditopang oleh kenaikan indeks harga di tiga tipe rumah.
Pertama, rumah kecil dengan luas bangunan kurang dari atau sama 36 meter persegi mencapai sebesar 1,57 persen.
Kemudian tipe rumah menengah dengan luas bangunan 36-70 meter persegi dengan kenaikan sebesar 1,12 persen.

















































