Pemerintah Buka-bukaan Soal Rendahnya Produktivitas Tebu Nasional, Oh Ternyata

2 hours ago 15

Pemerintah Buka-bukaan Soal Rendahnya Produktivitas Tebu Nasional, Oh Ternyata

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Produktivitas tebu nasional relatif rendah dengan rata-rata produksi gula sekitar 4,74 ton per hektare, apa penyebabnya? Ilustrasi. Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah melakukan berbagai langkah strategis menuju swasembada gula konsumsi pada 2028.

Untuk tahun ini, Kementerian Pertanian memasang target 3 juta ton gula konsumsi.

Holding Pangan ID Food bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) melakukan konsolidasi industri gula nasional dengan mengintegrasikan 36 pabrik gula di berbagai provinsi dari Sumatra hingga Sulawesi.

Dalam rangka mencapai target itu, pemerintah mengandalkan perluasan lahan dan peningkatan produktivitas.

Program hilirisasi perkebunan yang di dalamnya terdapat target peremajaan tebu (bongkar ratoon) dan pembukaan lahan baru seluas 200 ribu hektare pada 2025 dan 2026 terus didorong, meski realisasinya masih menghadapi tantangan di lapangan.

Kebijakan ini diperkuat oleh Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol, serta pelepasan varietas tebu unggul berdaya hasil tinggi.

Dari sisi tata niaga, penetapan harga acuan sebesar Rp 14.500/kg di tingkat produsen dan Rp 17.500/kg di tingkat konsumen diharapkan menjaga keseimbangan antara insentif petani dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Terganjal Masalah Struktural

Produktivitas tebu nasional relatif rendah dengan rata-rata produksi gula sekitar 4,74 ton per hektare, apa penyebabnya? Oh ternyata

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |