jogja.jpnn.com, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mengajukan anggaran ke pemerintah pusat untuk mengatasi masalah air bersih di Sungai Baron.
Sumber air sungai bawah tanah di Baron menghadapi tantangan ketika memasuki musim hujan.
Menurut Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, memasuki musim hujan air akan menjadi keruh.
"Sumber air tersebut seringkali menjadi keruh sehingga PDAM terpaksa menghentikan distribusi air untuk sementara waktu," ujar Endah, Senin (7/4).
Padahal sumber air ini menopang sejumlah kapanewon di sekitarnya, seperti Tanjungsari, Paliyan dan Saptosari.
Untuk itu, Pemkab Gunungkidul telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 125 miliar melalui skema pinjaman dari Jerman guna menangani tantangan teknis tersebut.
Dana miliaran itu nantinya akan digunakan untuk membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dilengkapi dengan teknologi penyaringan modern.
“Usulan ini telah masuk dalam daftar blue book di kementerian terkait dan diharapkan segera meningkat statusnya menjadi green book," katanya.

















































