jpnn.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memaksimalkan operasional unit-unit pompa permanen (stasioner) dan pompa bergerak (mobile) di lokasi-lokasi terdampak banjir akibat curah hujan sangat lebat hingga ekstrem yang diprediksi masih terjadi hari ini dan beberapa waktu ke depan.
"Pompa bergerak digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani pompa permanen," kata Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Nugraharyadi saat dihubungi di Jakarta, Jumat (22/1/2026).
Petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta atau pasukan biru mengoperasikan pompa di kawasan Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Kamis (22/1/2026) untuk mempercepat proses surut air. ANTARA/Instagram/@dinas_sda
Saat ini terdapat 668 unit pompa permanen di 243 lokasi dan 536 unit pompa bergerak di lima wilayah administrasi Jakarta.
Selain pompa, Dinas SDA DKI juga menyiagakan personel (pasukan biru) yang siap bergerak jika terjadi banjir rob di pesisir Jakarta.
"Terdapat kurang lebih 3.880 personel pasukan biru yang disiagakan di lapangan sebagai langkah mitigasi banjir," kata dia.
Serangkaian upaya mitigasi ini diharapkan efektif mengatasi genangan akibat cuaca ekstrem di kawasan-kawasan yang terdampak.
Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.







.jpeg)














































