jpnn.com, BANDUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat segera mengevaluasi izin dari aktivitas tambang dan juga pembangunan restoran di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).
Evaluasi ini setelah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi melakukan sidak langsung beberapa waktu lalu.
Selain itu, polisi juga sebelumnya mengamankan lima orang pelaku penebangan liar atau ilegal logging. Dengan banyak nya dugaan kerusakan lingkungan ini, pemprov memastikan akan segera melakukan evaluasi.
"Itu, kan, dievaluasi dulu seperti apa kondisi lapangannya, dan kami sudah menugaskan teman-teman dari Dinas Lingkungan Hidup nanti hasil dan lain sebagainya harus lihat dulu," kata Sekda Jabar Herman Suryatman, Rabu (21/1/2026).
Pemprov Jabar, kata Herman, harus mengetahui lebih lanjut data dari Dinas Lingkungan kabupaten setempat untuk mengetahui berapa izin yang ada di lokasi tersebut dan mana saja yang memang terbukti melanggar peraturan. Sehingga, evaluasi menyeluruh akan dilakukan terlebih dahulu.
"Intinya Pak Gubernur, kan, jelas ya harus dikembalikan ke fungsinya. Detailnya seperti apa based on data, ini datanya masih disinkronkan dengan kabupaten," ucapnya.
Berdasarkan data sementara ada sekitar 15 restoran di wilayah Ciremai dan juga terdapat perusahaan air minum.
Herman mengatakan belum mengetahui secara jelas mana saja yang benar melanggar peraturan dan terbukti merusak.






















































