jatim.jpnn.com, SURABAYA - Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) Prof Dr Mundakir menyoroti meningkatnya persoalan psikososial di masyarakat yang kerap tidak terdeteksi. Hal itu disampaikannya seusai pengukuhan guru besar di Auditorium At-Tauhid Tower, Kamis (30/4).
Menurut Mundakir, masalah psikososial tidak selalu berupa gangguan jiwa berat, tetapi juga tekanan mental sehari-hari seperti stres, depresi, kesepian, hingga mudah marah.
“Psikososial itu adalah tekanan jiwa yang dialami masyarakat. Bentuknya bisa depresi, stres, merasa sendiri, mudah marah dan lain-lain. Masalah itu sebenarnya banyak di masyarakat, namun tidak terdeteksi atau tidak dianggap serius,” ujarnya.
Dia mengingatkan persoalan psikososial yang dibiarkan bisa memicu tindakan ekstrem, termasuk kekerasan hingga pembunuhan.
“Kita lihat masalah sedikit bisa pembunuhan. Itu adalah masalah psikososial yang sudah lama terpendam. Kalau tidak dicegah dan diantisipasi dari awal, maka kejadian tawuran, permusuhan, termasuk pembunuhan akan semakin sering,” katanya.
Karena itu, Mundakir mengajak tenaga kesehatan tidak hanya fokus pada kondisi fisik pasien, tetapi juga aspek psikologis dan sosial.
“Jangan hanya tanya bagian tubuh yang sakit, tetapi juga perasaan, pola tidur, hubungan sosial. Itu bagian dari kesehatan yang utuh,” ucapnya.
Dia menegaskan, konsep sehat harus dilihat secara holistik, mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual.


















































