kaltim.jpnn.com, PENAJAM PASER UTARA - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) menyiapkan skema kemitraan berbasis komoditas antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan petani.
Hal ini dilakukan untuk memasok kebutuhan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di PPU.
"Skema kemitraan disusun antara SPPG dengan petani untuk pemenuhan bahan pangan menu MBG," kata Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar, Selasa (17/2).
Menurut Tohar, kemitraan tersebut secara langsung dapat meningkatkan pendapatan masyarakat petani, sekaligus memastikan kebutuhan bahan pangan SPPG terpenuhi tanpa mengganggu persediaan di pasar umum.
Serapan bahan pangan SPPG berpotensi mempengaruhi ketersediaan dan harga, jika tidak diantisipasi dari sisi produksi, sehingga skema kemitraan disiapkan berbasis komoditas, yakni ada kelompok yang fokus pada sayur, cabai, beras, telur, maupun ikan.
Pemkab PPU mengarahkan kelompok tani, peternak, nelayan dan pelaku usaha pangan agar memasok langsung dan mengatur bahan pangan sesuai kebutuhan SPPG atau dapur penyedia menu MBG.
Terdata kebutuhan bahan pangan setiap SPPG cukup besar.
Estimasi menu MBG untuk 3.000 penerima manfaat dibutuhkan sekitar 3-4 ton beras per bulan dan telur ayam sekitar 12 ribu butir per bulan.

















































