jateng.jpnn.com - Megabintang sepak bola dunia Lionel Messi mengungkapkan penyesalan yang jarang dia ceritakan ke publik. Bukan soal gol yang gagal atau trofi yang terlewat, melainkan keputusan masa kecil yang tidak serius mempelajari bahasa Inggris.
Pengakuan itu disampaikan Messi dalam wawancara bersama podcast Meksiko Miro de Atras, Rabu (25/2). Penyerang Inter Miami tersebut mengaku dampaknya terasa hingga kini, terutama dalam kehidupan sehari-hari dan membangun relasi dengan banyak orang.
“Saya menyesali banyak hal. Salah satunya tidak belajar bahasa Inggris sewaktu kecil. Saya punya waktu untuk setidaknya belajar, tetapi saya tidak melakukannya,” ujar Messi.
Julukan La Pulga tak serta-merta menghapus rasa canggungnya saat berada di tengah orang-orang hebat. Messi mengaku kerap merasa tidak bisa terlibat penuh dalam percakapan.
“Ketika saya bisa berbicara dan mengobrol dengan mereka, saya merasa setengah bodoh,” tuturnya, jujur.
Pengalaman itu membuat Messi kini memberi penekanan besar pada pendidikan anak-anaknya. Ia mendorong mereka memanfaatkan kesempatan yang ada, termasuk belajar bahasa sejak dini.
“Saya selalu mengatakan kepada anak-anak saya untuk memanfaatkannya. Mereka punya situasi yang berbeda dari yang saya alami, meskipun saya tidak pernah kekurangan apa pun,” ucap peraih delapan Ballon d’Or tersebut.
Messi juga menyinggung masa remajanya saat pindah ke Spanyol. Ia bergabung dengan Barcelona pada usia 13 tahun, keputusan besar yang ikut memengaruhi pendidikannya.

















































