Per 1 Juli 2026, Pemerintah Setop Impor Solar

2 hours ago 19

Per 1 Juli 2026, Pemerintah Setop Impor Solar

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Lembaga pengawas Sentinel Studi Hukum dan Masyarakat (Sentinel) mendesak aparat penegak hukum membongkar dugaan praktik korupsi dalam produksi dan penjualan Biosolar B40 Performance. Ilustrasi Foto: dok Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Indonesia akan menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026.

Hal ini menurut Amran lantaran pemerintah akan menerapkan biodiesel 50 persen (B50) berbasis sawit.

"Untuk solar, kami tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli kita stop, B50 masuk," kata Amran di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Minggu (19/4).

Amran menjelaskan langkah tersebut  menjadi bagian pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional dengan memanfaatkan komoditas kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif.

Dia mengatakan sawit tidak hanya dapat diolah menjadi solar, tetapi juga menjadi bensin dan etanol yang saat ini tengah dipercepat pengembangannya.

"Ini energi masa depan Indonesia. Karena sumbernya dari sawit. Sawit jadi solar, sawit juga jadi bensin," ujarnya.

Selain itu, pemerintah menyiapkan kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) untuk pengembangan bensin berbasis sawit dalam skala kecil sebelum diperluas menjadi industri besar.

"Kalau ini berhasil, kita buka skala besar. Jadi masa depan Indonesia cerah," tuturnya.(antara/jpnn)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Indonesia akan menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026.


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |