jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto mendapat respons positif dari para pelaku industri kreatif di daerah. Salah satunya datang dari Sunardi, perajin genting tanah liat asal Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Program yang pertama kali dicetuskan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama seluruh kepala daerah tersebut bertujuan untuk mengganti atap seng menjadi genting di seluruh wilayah Indonesia.
Langkah ini dinilai sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian sekaligus memberdayakan ekonomi kerakyatan.
Menurut Sunardi, penggunaan genting memiliki keunggulan jangka panjang dibandingkan material atap lainnya, seperti seng. Ia menilai kebijakan ini akan memberikan angin segar bagi keberlangsungan bengkel-bengkel genting di wilayah Sleman.
"Bagi saya sebagai perajin, itu bagus. Kalau seng kan bisa karatan dan bocor, sedangkan kalau genting tidak," ujar Sunardi saat ditemui di rumah produksinya, Jumat (6/2).
Sebagai perajin yang telah bergelut dengan tanah liat sejak awal 2000-an di Padukuhan Kwagon, Sunardi berharap kebijakan ini benar-benar terealisasi hingga ke tingkat bawah.
"Iya, kalau memang mau diganti genting, kami menyambut baik," tambahnya.
Kapasitas Produksi



















































