kaltim.jpnn.com, PENAJAM PASER UTARA - Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim untuk pertama kali menggelar pemantauan hilal (rukyatulhilal) awal Ramadan 1447 Hijriah di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala Kanwil Kemenag Kaltim Abdul Khaliq menyampaikan pemantauan di IKN dijadwalkan pada Selasa (17/2) sore ini mulai pukul 16.00 WITA.
IKN menjadi bagian dari 133 lokasi pemantauan hilal serentak di seluruh Indonesia.
“Kami bekerja sama dengan Kemenag Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Lokasi pengamatan dipilih secara khusus agar jarak pandang optimal, kemungkinan besar di Rusun ASN 1 karena posisinya cukup tinggi,” kata Abdul Khaliq.
Abdul Khaliq menegaskan, selain di IKN, rukyatulhilal tetap dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim.
Di Samarinda, pemantauan berpusat di menara Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center.
Menurut dia, penentuan awal Ramadan tahun ini mengacu pada kriteria MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yakni ketinggian hilal minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
“Jika sore ini hilal terlihat di atas kriteria tersebut, maka awal puasa jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Namun jika tidak, Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), sehingga puasa dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026,” jelasnya.

















































