jpnn.com, JAKARTA - Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri mempertanyakan alasan proses hukum kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrei Yunus, yang dibawa ke peradilan militer.
Megawati berkata demikian saat berpidato dalam Sidang Senat Pengukuhan Profesor Emeritus Prof. Dr. Arief Hidayat di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/5).
"Saya prihatin sekali masalah anak yang disiram air keras (Andrei Yunus). Lo, kok, lucu, ya? Ini pertanyaan bagi para orang pintar, sebenarnya kalau seperti itu pengadilannya apakah harus pengadilan militer ataukah pengadilan sipil," kata Megawati, Sabtu.
Ketua Umum PDI Perjuangan itu mempertanyakan kemungkinan seorang korban memilih pengadilan tertentu untuk melanjutkan perkara yang dialami
"Bolehkah seseorang yang menjadi korban itu meminta melalui pengadilan, pengadilan apa yang dia inginkan? Tolong dijawab, tolong dipikirkan, bahwa, kok, tiba-tiba masuknya ke pengadilan militer? Pusing saya," kata Megawati.
Ketua Dewan Pengarah BPIP itu mengingatkan kembali amanat konstitusi bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum tanpa kecuali.
Baginya, kasus Andrie Yunus menjadi potret soal hukum formal terkadang berjalan secara tidak lazim.
"Setiap warga negara mempunyai hak yang sama di mata hukum. Mana hukum bagi mereka? Ayo jawab, kalau ada yang berani jawab," tantang Megawati.






















































