jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat sinergi bersama media massa dengan menggelar Silaturahmi Kemendikdasmen dengan Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membangun komunikasi serta kerja sama strategis dalam rangka mendukung penyebarluasan informasi program prioritas Kemendikdasmen tahun 2026.
Forum silaturahmi ini secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, dengan memberikan apresiasi terhadap peran media massa sebagai mitra strategis untuk mendukung keterbukaan informasi publik, sosialisasi program prioritas, dan capaian Kemendikdasmen secara optimal.
Sebagai salah satu dari pilar Catur Pusat Pendidikan, Hafidz menilai media massa memiliki peran penting dalam upaya pemajuan pendidikan nasional dan perwujudan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
Mengawali sesi pertama forum silaturahmi, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, memaparkan tentang serba-serbi KBBI. Secara lugas Dora mengatakan bahwa KBBI terus berkembang mengikuti dinamika perubahan zaman dan sosial masyarakat.
“Sampai dengan Januari 2026, KBBI mengalami lonjakan signifikan dengan mencatat lebih dari 210 ribu entri dan memiliki lebih dari 325 ribu pengguna pendaftar KBBI daring. Antusiasme masyarakat juga menunjukkan tren positif pada aplikasi KBBI yang telah lebih dari 5 juta kali diunduh di Playstore dan lebih dari 297 ribu di Appstore,” papar Dora.
Dora menambahkan, kiprah panjang KBBI telah dimulai sejak penyusunan edisi pertama tahun 1974 s.d.1983 dengan nama Kamus Bahasa Indonesia.
Sampai dengan tahun 2026, Dora menjelaskan bahwa KBBI telah memiliki enam terbitan yang terakhir dirilis pada Oktober tahun 2025.






















































