jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY GKR Mangkubumi memberikan pesan kuat terkait arah pengembangan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa identitas pariwisata Jogja harus tetap berpijak pada akar budaya lokal dan tidak perlu meniru konsep daerah lain, termasuk Bali.
"Jogja jangan di-Bali-kan, tetapi bagaimana sama-sama untuk mengangkat pariwisata, bersama-sama masyarakat untuk juga mengangkat pariwisata," ujar GKR Mangkubumi pada Sabtu (14/2).
Putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X ini mengingatkan para kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota untuk lebih cermat dalam menyaring investasi yang masuk.
Meski Yogyakarta sangat terbuka bagi para pemodal di sektor pariwisata, ia menekankan pentingnya menjaga ciri khas daerah agar tidak luntur oleh pembangunan yang tidak selaras.
"Monggo, kami welcome, tetapi tentunya kembali lagi bahwa pembangunan atau masuk ke Jogja, ya, ayo mengikuti karakter dan budaya yang ada di Jogja," tegasnya.
Menurut GKR Mangkubumi, kunci keberhasilan pariwisata Jogja terletak pada kolaborasi antara pemerintah, investor, dan masyarakat.
Ia berharap para pemangku kebijakan memahami profil investor yang masuk agar memberikan manfaat nyata bagi daerah dan kesejahteraan masyarakat lokal.
GKR Mangkubumi ingin peninggalan sejarah dan nilai-nilai adat yang menjadi daya tarik utama Jogja.















































