jpnn.com, JAKARTA - Pidato Presiden Prabowo Subianto menjelang HUT ke-81 R1 mengecewakan PPPK paruh waktu seluruh Indonesia.
Dipastikan 20 ribu guru tenaga kependidikan (GTK) akan bergerak menuju Jakarta menuntut kepastian nasib PPPK paruh waktu.
Sekretaris Jenderal DPP Guru Tenaga Kependidikan Nusantara (GTKN) Ratna Purwakesi menegaskan, pihaknya menyampaikan rasa hormat kepada Presiden Prabowo atas pidato dan arah kebijakan pembangunan yang disampaikan.
Namun, GTKN menyampaikan kekecewaan mendalam karena persoalan penyelesaian PPPK, khususnya PPPK Paruh Waktu menuju Penuh Waktu, sama sekali belum mendapatkan kejelasan.
"Bagi kami, ini bukan sekadar persoalan status. Ini menyangkut kepastian masa depan guru dan tenaga kependidikan yang telah mengabdi bertahun-tahun kepada negara," kata Ratna kepada JPNN, Jumat (14/8/2026).
Dia mengungkapkan, sekitar 20 ribu anggota GTK Nusantara siap bergerak apabila aspirasi ini tidak mendapatkan jawaban yang jelas.
GTKN akan melakukan aksi secara damai, tertib, dan konstitusional, termasuk menyiapkan tenda dan perbekalan untuk aksi selama tiga hari di depan Istana Negara dan atau DPR RI.
GTKN juga ingin mengingatkan Presiden Prabowo bahwa berbicara tentang pendidikan tidak cukup hanya membangun infrastruktur.






















































