Pidato Saat HUT RI, Megawati Bandingkan Kasus Ibu Curi Labu dan Skandal Korupsi Besar

3 hours ago 21

Pidato Saat HUT RI, Megawati Bandingkan Kasus Ibu Curi Labu dan Skandal Korupsi Besar

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat mengikuti upacara Peringatan HUT ke-81 RI di halaman Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8). Monang Sinaga/PDIP

jpnn.com, JAKARTA SELATAN - Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri mengkritisi kondisi penegakan hukum di Indonesia yang dinilainya terjadi ketimpangan dan makin jauh dari rasa keadilan sosial.

Hal ini disampaikan Megawati saat memberikan amanat dalam rangka upacara Peringatan HUT ke-81 RI di halaman Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8).

Mulanya, Ketua Umum PDI Perjuangan itu mempertanyakan sisi keadilan yang diterima rakyat setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945.

"Apakah kemerdekaan telah benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia? Apakah rakyat memiliki kesempatan yang sama untuk hidup layak," kata Megawati dalam amanatnya, Senin.

Wapres kedelapan RI itu lantas mempertanyakan alasan ketidakadilan terus dirasakan rakyat setelah momen kemerdekaan. 

"Mengapa negara hukum sulit sekali diwujudkan sehingga ketidakadilan merajalela? Keadilan untuk semua menjadi tuntutan yang semakin kuat," lanjut Megawati.

Dia prihatin melihat penegakan hukum saat ini yang mengabaikan rasa kemanusiaan dan menyindir kondisi itu mirip dengan era kolonial.

"Saya mendengar ini saya lalu tertawa. Indonesia ini, kok, kaya orang Belanda, ya? Hukum itu dilakukan, tetapi tidak berkeadilan," kritik Megawati.

Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri mengkritisi kondisi penegakan hukum yang terjadi ketimpangan dan jauh dari rasa keadilan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |